Dengan peralatan canggih yang dimiliki, LAKESLA melayani jasa medical check up, uji kemampuan fisik untuk olah ragawan dan masyarakat umum. LAKESLA juga dilengkanpi dengan fasilitas pemeriksaan lainnya sepergi ECG, Deltamed Periflux system 5010 & 5040 Bomed, Treadmill. In Body Analyzer, Audiometer, Ergocycle. Lumat Radikalbebas, Spirometer Mera, SpiroPro, Spirocardiosys.
Infertilitas atau subfertilitas pria berkaitan dengan penurunan konsentrasi, motilitas dan kelainan morfologi spermatozoa.
Ada korelasi antara kadar SOD dengan prosentase dan durasi motilitas sperma di seminal plasma.
Kadar SOD pada pria infertil lebih rendah daripada pria fertil.
KESIMPULAN :
Terapi OHB 2,4 ATA 3x30 menit/hari selama 5 hari berturut-turut meningkatkan prosentase motilitas spermatozoa gerak maju lurus cepat dan gerak maju serta kadar SOD sperma pada oligoasthenoteratozoospermia.
Johannes Soedjono
Tendon memfasilitasi stabilitas dan pergerakan sendi, sehingga penyembuhan cedera tendon yang tidak optimal menyebabkan ketidakmampuan dan kecacatan.
Perlekatan (adhesi) area penyambungan tendon dengan jaringan sekitar merupakan penyulit terpenting dalam penyambungan tendon.
KESIMPULAN :
Oksigen hiperbarik 2,4 ATA meningkatkan produksi kolagen dan menurunkan perlekatan pada tendon pasca repair sehingga memperbaiki kualitas penyembuhan tendon.
Bobby N. N, Syaiful A. H, H. M. Guritno S
Condition of Hyperbaric and Hyperbaric Hyperoxy did not influence the cellular immune response on marines
Pengaruh OHB terhadap respons imun dapat sebagai imunosupresor dan imunostimulator.
Terapi OHB membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit klinis, namun para penambang bawah tanah dan penyelam tahan nafas yang terpapar kondisi hiperbarik menurun kesehatannya.
Oksigenasi hiperbarik 2.4 ATA selama 6 hari berturut-turut tidak mempengaruhi respons imun seluler pada manusia sehat.
Kondisi hiperbarik relatif 2.4 ATA selama 6 hari berturut-turut tidak mempengaruhi respons imun seluler pada manusia sehat.
Danny W. D, Suhartono T. P, Sunarko S
Hyperbaric oxygenation 2.4 ATA for 10 days increases IFN-γ level significantly and has tendency in increasing of Ig G level.
Proteksi imun humoral mempunyai peran penting dalam sistem pertahanan tubuh.
IFN-γ penting untuk mengaktifkan makrofag dan diferensiasi sel B serta meningkatkan aktivitas sel NK.
Ig G berperan dalam opsonisasi sehingga mikroorganisme mudah difagosit
KESIMPULAN :
1 seri terapi oksigen hiperbarik 2,4 ATA meningkatkan kadar IFN- γ secara bermakna dan cenderung meningkatkan kadar Ig G.
dr Padma S
1 series (10 times) hyperbaric oxygenation 2.4 ATA has no effect to serum IL-4 level but there is a tendency in decreasing serum Ig E level of allergic rhinitis patients.
Alergi meningkatkan angka kesakitan sehingga menurunkan produktivitas penderitanya.
Rhinitis alergika mempunyai media reaksi Ig E, sedangkan IL-4 berperanan pada pembentukan Ig E.
Terapi OHB memodifikasi sistem imun.
KESIMPULAN :
1 seri (10x) OHB 2,4 ATA tidak menurunkan kadar IL-4 serum tapi cenderung menurunkan kadar Ig E serum penderita rhinitis alergika.
Merlin A, Juliati H. A, Sunarko S
Passive rest under hyperbaric oxygen condition after submaximal exercise accelerate
the removal of blood lactic acid
Pembangunan kelautan melibatkan penyelam dan lingkungan kerja hiperbarik, saat aktivitas berat konsumsi oksigen 15x lebih tinggi dibandingkan di normobarik
Pembentukan asam laktat saat aktivitas fisik di lingkungan hiperbarik lebih rendah dibandingkan di normobarik karena lingkungan hiperbarik menghambat glikolisis dan meningkatkan suplai oksigen ke sel - sel otot Oksigen hiperbarik menurunkan metabolisme anaerobik sehingga mempercepat pemulihan kerja otot
dr Lukman Djauw
by
Djati Widodo, Hisnindarsyah
The heart rate and cardiac output in hyperbaric hyperoxic environment (relative) were lower than normobaric normoxic environment during submaximal exercise.
THE INFLUENCE OF HYPERBARIC OXYGENATION THROUGH THE BLOOD INSULIN, BLOOD GLUCOSE AND HbA1c LEVELS ON THE PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS
by
Totot M, Indra W, Martin S, H. M Guritno S, Suhartono T. P
CONCLUSION :
Hyperbaric oxygen therapy 2.4 ATA X30 minutes pure oxygen breathing for 2X5 consecutive days with 1 week interval increases blood insulin level and decreases blood glucose and HbA1c levels significantly.
by
Dianita Sri Wulandari
The increasing of oxygen pulse during submaximal exercise under relative hyperbaric hyperoxic environment was the highest than hyperbaric normoxic and normobaric normoxic
by
Nilaratih Kusumayanti
The decreasing of expiratory ventilation and carbon dioxide elimination during submaximal exercise under relative hyperbaric hyperoxic environment were higher than hyperbaric normoxic and normobaric normoxic
By
Diah Utari *, H. Aboe Amar Joesoef **, H.M. Guritno S ***
*Peserta PPDS Ilmu Penyakit Saraf FK UNAIR
** Pembimbing / Kepala Bag / SMF Ilmu Penyakit Saraf FK UNAIR/RSU dr. Soetomo Surabaya ***Pembimbing / Karumkital dr. Ramelan Surabaya
Hyperbaric oxygenation plays a role on the clinical improvement of the diabetic patient with distal symmetrical sensory-motor polyneuropathy after exposure on the day-20.
by
Etty H, Suhartono T. P, Sunarko S
CONCLUSION :
Hyperbaric oxygen 2.4 ATA for 5 consecutive days accelerates the healing process in 5% thermal burn injury.
Efek Oksigen Hiperbarik Terhadap Proses Penyembuhan Cedera Tulang Rawan Sendi Lutut Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus). Unair tahun 2004 **
Tjahja Nurrobi
Pengaruh Lingkungan Hiperbarik Hiperoksi (Relatif) Terhadap Curah Jantung Pada Saat Latihan Fisik Dengan Beban Submaksimal. Unair Tahun 1999 **
Hisnindarsyah