camber besar dan kecil
 
Selamat Datang di HBOT LAKESLA Drs.Med.R.Rijadi.S.,Phys Surabaya
 

SEHAT BUGAR & CANTIK DENGAN HBOT

13/09/2009

DINAS KESEHATAN TNI ANGKATAN LAUT
          Drs. Med. R.RIJADI S, Phys
SEHAT, BUGAR DAN CANTIK DENGAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK
Oleh :
dr. Titut Harnanik
Mayor  Laut (K/W) 13689/P
 
 “Wanita BUGAR senantiasa tegar saat menghadapi badai kehidupan, kuat  saat tertekan, CANTIK  terukir dalam keindahan kepribadian yang terlukis lewat senyuman dan penampilan, bertambah kokoh dengan KERJA KERAS, DOA dan PENGHARAPAN”
 
SEHAT, BUGAR DAN CANTIK
            Apa yang sebenarnya diinginkan oleh setiap wanita terutama pada jaman sekarang ini? Ternyata tidak hanya SEHAT yang diperlukan oleh wanita dengan tugas sehari-harinya, tetapi dia dituntut juga untuk BUGAR dan CANTIK.
Apakah BUGAR dan CANTIK hanya diperlukan pada era sekarang ini? Sejarah mencatat bahwa bugar dan kecantikan diidentikkan juga dengan AWET MUDA.
 
Pada jaman dahulu Kaisar China CHING Se Huang ( Dinasti Ching) 2000 tahun yang lalu mengirim putra-putri terbaik untuk mencari obat awet muda ke segala penjuru dunia, bila kembali tanpa hasil  mereka akan di hukum mati.
Awet muda lebih dibutuhkan pada abad sekarang, dimana dunia sudah tidak lagi seramah pada abad dulu, polusi tidak hanya pada lingkungan bahkan apa yang kita konsumsi sehari-haripun sudah tercemar. Akibatnya usia manusia sudah tidak selama dulu lagi.
Berbagai cara telah diupayakan oleh pakar kesehatan untuk memperpanjang umur manusia baik dengan penyuluhan kesehatan, promosi makanan sehat, vitamin yang mengandung antioksidan dll. Pakar kecantikan tidak kalah getolnya menawarkan supaya wanita tidak hanya kelihatan lebih cantik tetapi juga lebih bugar dengan mandi spa, pijat refleksi, lulur, facial dll. Apakah upaya-upaya ini sudah mencapai hasil optimal sesuai yang diharapkan? Ternyata belum berhasil memuaskan.
Disamping bugar dan cantik identik dengan kaum wanita, pria  juga perlu akan hal ini. Stamina prima dan penampilan yang menarik menjadi kebutuhan setiap manusia. Dunia Hollywood contohnya : Cleopatra sangat hobi mandi susu, Cindy Crawford sering injeksi kolagen, Michael Jackson terkenal dengan operasi plastik, injeksi vitamin serta sering mengisolasi diri dengan menghirup udara bersih yang terkenal dengan “Peti Oksigen”. Madonna lebih suka “ Mesin Oksigen” yaitu istilah untuk peralatan yang memberikan udara bersih dengan komposisi oksigen lebih banyak.
Peti oksigen atau mesin oksigen ternyata telah terbukti memberikan dampak yang lebih memuaskan disamping cara hidup sehat tersebut di atas. Di Indonesia mesin atau peti oksigen dikenal dengan istilah  ruang udara bertekanan tinggi (RUBT) yang berisi udara diperkaya dengan oksigen atau sering disebut terapi oksigen hiperbarik (OHB). Terapi OHB sudah dapat dijumpai di pusat kesehatan, salah satunya yang terbesar berada di LAKESLA (Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL) Drs. Med. R. Riyadi S, Phys Surabaya sejak tahun 1982. LAKESLA tidak hanya melayani anggota TNI saja tetapi juga masyarakat umum.
Menurut data WHO, Indonesia termasuk negara dengan polusi tinggi di dunia. Penyakit paru dan saluran pernafasan sudah menjadi pembunuh utama setelah penyakit jantung. Kemajuan bidang industri serta peningkatan jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan peningkatan polusi udara, sehingga udara yang kita hirup menjadi tidak sehat. Hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada organ pernafasan, tetapi juga pada seluruh sistem tubuh sehingga menimbulkan berbagai penyakit.
Oksigen mutlak dibutuhkan setiap saat selama manusia hidup, sehingga terapi OHB bukan hanya dibutuhkan saat mengalami sakit saja tetapi juga saat ”tanpa keluhan kesehatan”. Pemberian oksigen yang cukup akan memperkecil angka kesakitan dan kematian bahkan akan meningkatkan kualitas hidup melalui kebugaran dan kecantikan tersebut.
 
PENGERTIAN TERAPI OHB
            Terapi OHB adalah terapi menggunakan oksigen murni(100%) sebagai media nafas yang dilaksanakan di dalam ruang udara bertekanan tinggi (RUBT) dengan tekanan lebih dari 1 ATA.
            Kesehatan hiperbarik adalah bidang ilmu yang mempelajari masalah kesehatan akibat pemberian tekanan lebih dari 1 ATA terhadap tubuh serta penggunaannya untuk pengobatan.
 
ASPEK FISIKA TERAPI OHB
Praktisnya, komposisi udara disederhanakan menjadi 21% O2 dan 79% N2.  Salah satu hukum yang berkaitan dengan aspek fisika gas hiperbarik adalah hukum Boyle, mengatakan bahwa bila temperatur dipertahankan konstan, volume gas berbanding terbalik dengan tekanan. Volume gas menurun dengan peningkatan tekanan dan naik dengan penurunan tekanan.
          A. Efek kelarutan oksigen pada plasma
          Pada tekanan barometer normal, O2 yang larut dalam plasma sangat sedikit. Namun pada tekanan oksigen yang aman 3 ATA, dimana PO2 arterial mencapai ± 2000 mmHg, tekanan O2 meningkat 10 sampai 13 kali dari normal dalam plasma. Oksigen yang larut dalam plasma sebesar ± 6 vol % ( 6 ml O2 per 100 ml plasma) yang cukup untuk memberi hidup meskipun tidak ada darah “ life without blood”.
 
         B. Hemoglobin (Hb)
         Satu gram Hb dapat mengikat 1,34 ml O2, sedangkan konsentrasi normal dari Hb adalah ± 15 gram per 100 ml darah. Bila saturasi Hb 100% maka 100 ml darah dapat mengangkut 20,1 ml O2 yang terikat pada Hb (20,1 vol %). Pada tekanan normal setinggi permukaan laut, dimana PO2 alveoler dan arterial ± 100 mmHg, maka saturasi Hb dengan O2 ± 97 % dimana kadar O2 dalam darah adalah 19,5 vol %. Saturasi Hb akan mencapai 100 % pada PO2 arterial antara 100-200 mmHg tidak akan meningkatkan kemampuan Hb untuk mengangkut O2.
 
MANFAAT TERAPI OHB
Semula terapi OHB di LAKESLA ini dikhususkan untuk penyelam yang mengalami kelainan atau penyakit akibat penyelaman. Tetapi kemudian dikembangkan untuk terapi penyakit klinis serta dapat meningkatkan kebugaran dan kecantikan.  Program kebugaran ditujukan untuk mempertahankan kebugaran tubuh sehingga diperoleh kapasitas kerja dan kualitas hidup yang optimal. Segala kelelahan fisik dengan cepat dapat diatasi. Terapi OHB menyebabkan :
-  Metabolisme aerob meningkat, sehingga terjadi peningkatan produksi ATP
- Meningkatkan produksi enzim antioksidan dan memacu kerja enzim tersebut sehingga mempercepat pemecahan asam laktat maka kadar asam laktat dalam tubuh akan menurun.
- Menghambat enzim glukolitik sulfhidril sehingga pemecahan glukosa (proses glukolisis) meningkat.
- Meningkatkan libido/gairah seksual dengan perbaikan vaskularisasi
Program kecantikan ditujukan untuk :
- Meningkatkan elastisitas kulit dengan menstimulasi pembentukan kolagen, melembabkan kulit serta peremajaan sel-sel tubuh. Dengan OHB yang baik, sel-sel kulit yang tua dengan cepat diganti dan diremajakan, kulit tidak mudah keriput.
- Meningkatkan aktifitas kelenjar keringat, kelenjar sebacea, folikel rambut, dll
Peningkatan pembentukan kolagen dan aktifitas folikel rambut sudah diteliti oleh dr Duty dan Avongsa tahun 2008.
Program geriatri ditujukan untuk mengatasi gejala proses menua/ pikun (demensia/Alzheimer). Dasar ilmiah  OHB untuk kecantikan dan geriatri adalah :
- Meningkatkan kadar enzim antioksidan SOD (Super Oxide Dismutase) dan menurunkan kadar radikal bebas sehingga menghambat proses penuaan. Penelitian dr Satria, tahun 2000 yaitu terapi OHB pada wanita lansia, dimana pada hari ke-3 tercapai kadar enzim SOD yang optimal, sedang kadar radikal bebas/ROS (Reactive Oxygen Species) paling rendah. Pada hari ke-5 kadar enzim SOD mulai menurun, tetapi masih lebih tinggi dari sebelum terapi OHB.
 Radikal bebas berlebih mempengaruhi proses metabolisme di mitokondria, dapat merusak 3 komponen penting sel yaitu lipid membran, protein dan DNA sehingga sel cepat rusak (necrosis dan apoptosis). 1954, Denham Harman : “Why we age at the cellular level”. Radikal bebas juga berperan pada proses cardiovascular disease (artherosklerosis,hipertensi esensial), respiratory diseases, reperfusion injury, DM, impairments of the immune system, amiloidosis,carcinogenesis.
- Menunda demensia : memperbaiki hipoksia  sehingga meningkatkan metabolisme oksigen dan glukosa di otak.
- Mengatasi sindrom menopause (menopause symptoms)
 
DOSIS TERAPI
Dosis terapi untuk program kebugaran dan kecantikan di LAKESLA adalah : 
- 1x / hari, selama 5 hari berturut-turut, kemudian istirahat 2 hari dilanjutkan 1x / hari selama 5 hari berturut-turut lagi
- Dosis maintenance : 1x / hari, selama 3 hari berturut-turut per bulan
- Dosis 1x terapi yaitu menghirup O2 100% 3x30 menit interval 5 menit
Manfaat Terapi Hiperbarik Oksigen
Percepat Penyembuhan Luka
Beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus kerap menimbulkan luka menahun yang tak kunjung sembuh. Tak hanya itu, hal-hal lain seperti trauma, tersiram bahan kimia, infeksi, maupun tindakan operatif dapat juga menyebabkan terjadinya perlukaan. Pada sebagian orang, luka tersebut dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, pada sebagian yang lain, seperti pengidap diabetes, perlukaan dapat berlangsung menahun, bahkan berujung pada amputasi.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, Anda dapat mencoba terapi hiperbarik oksigen (HBO). HBO merupakan pengobatan yang menggabungkan pernapasan dengan 100 persen oksigen (O2). Berbeda dengan pengobatan lain yang juga menggunakan oksigen, terapi HBO yang pada awalnya digunakan untuk menangani kasus kecelakaan penyelamaan itu sangat fisiologis, aman, dan tidak menyakitkan. Sebab, oksigen yang diberikan hanya dihisap, tidak disemprotkan, diminum, atau disuntikkan.

Dikatakan oleh Mayor Laut dr Danandjaja MKes MARS, Kabag Hyperbaric Chamber Lakesla (Lembaga Kesehatan Kelautan) dr R. Sastropanular, pelaksanaan terapi HBO ini layaknya menyelam menggunakan kapal selam. Pada pelaksanaannya, pasien memasuki hyperbaric chamber (ruang hiperbaric), kemudian ruangan tersebut diberikan tekanan sebesar 2,4 atmosfer absolut (setara dengan kedalaman 14 meter di bawah permukaan laut). Terapi ini diberikan selama 3 x 30 menit. Pada tekanan ini, kadar oksigen dalam darah 10-12 kali lebih besar dari tekanan normal.

"Namun, pasien tidak menghisap oksigen murni selama 90 menit berturut-turut. Setiap tiga puluh menit, tabung oksigen dilepas dan beristirahat selama lima menit. Setelah itu, dihisap lagi," ujar alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Total pelaksanaan terapi memakan waktu dua jam.

Dipilih tekanan 2,4 atmosfer absolut selama pemberian oksigen karena tekanan tersebut merupakan dosis aman serta dosis optimum. Selain itu, pemberian tekanan yang lebih besar dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh.

Mengapa oksigen? Diterangkan oleh Danandjaja, suplai oksigen yang rendah (hipoksia) pada daerah luka merupakan salah satu faktor yang sering menghambat penyembuhan. Dasar rasionanlisasi terapi HBO adalah memperbaiki lingkungan mikro di sekitar daerah luka dengan cara menstimulasi pembentukan fibroblast, meningkatkan sintesa kolagen, dan mempercepat epitelisasi sehingga jaringan penutup luka lebih cepat terbentuk.

"Terapi HBO juga meningkatkan kemampuan sel darah putih menghancurkan bakteri di sekitar luka, pun menstimulasi pembentukan pembuluh darah baru pada jaringan iskemik," lanjut Danandjaja. Peningkatan suplai oksigen sangat berperan dalam mempertahankan kelangsungan hidup, mulai dari sel, jaringan, hingga organ. Misalnya pada pencangkokan kulit (skin graft) atau penyambungan jari yang putus. Jaringan yang baru dicangkokkan (replantasi) seringkali dalam kondisi kekurangan oksigen. Padahal, oksigen diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup jaringan di tempat yang baru agar berfungsi dengan baik dan supaya luka operasi dapat segera sembuh.(ign)
Tetap Harus Minum Obat
Yang perlu diperhatikan, ketika pertama kali melakukan terapi ini, pasien baru umumnya akan mengalami keluhan sakit pada gendang telinga karena perubahan tekanan. Jika hal ini terjadi, pasien disarankan untuk melakukan tindakan valsava. Yaitu, upaya equalisasi tekanan telinga dengan tekanan di luar. "Caranya, mulut ditutup rapat, hidung dipencet dengan jari. Lalu, hembuskan napas melalui hidung, seperti akan membuang ingus. Rasakan, hingga udara keluar dari telinga. Lakukan berkali-kali sampai kondisi telinga normal," ujar Mayor Laut dr Danandjaja MKes MARS, Kabag Hyperbaric Chamber Lakesla (Lembaga Kesehatan Kelautan) dr R Sastropanular. Keluhan ini umumnya hanya dirasakan pada sesi pertama terapai. Pada sesi selanjutnya tidak terasa lagi.

Terapi hiperbarik oksigen (HBO) merupakan terapi tambahan yang mendampingi standar pengobatan yang sudah ada. Jadi, terapi ini bukan terapi alternatif yang berdiri sendiri. "Dengan kata lain, untuk mempercepat penyembuhan luka, selain melakukan terapi hiperbarik, tetap harus mengonsumsi obat," ujarnya. Keberhasilan penyembuhan luka, terutama perlukaan pasca operasi yang memanfaatkan terapi HBO akan lebih baik bila ada komunikasi dan kerja sama antara dokter bedah dan dokter hiperbarik.Terapi ini bukan terapi instan yang bisa didapat hasilnya dalam waktu singkat. "Karena itu dibutuhkan terapi hingga berkali-kali untuk mendapatkan hasil optimal," tandas Danandjaja. (ign)

Last changed: 19/10/2009

Back

 

          


LAKESLA HBOT | 2008

 

 
 
Visitor : 1211